JADWALSHALAT JOGJA. Subuh 04:33; Terbit 05:52; Imsak 04:23; Dhuhur 11:45; Ashar 15:07; Maghrib 17:38; Isya 18:49; Dalang Ki Seno Nugroho Tutup Usia. 4 November 2020. Dalang Membawa 'Angsar' Baik. 30 Oktober 2020. Dalang Cilik Sukoharjo Pentas Bersama. 7 November 2019. Populer Minggu Ini. 1. Buntut Keributan Suporter, Polres Sleman Salahsatu dalang kondang, Ki Seno Nugroho, dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (3/11/2020) malam. Manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo, menjelaskan bahwa sebelumnya Ki Seno sempat melakukan olahraga dengan bersepeda pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu Ki Seno mulai merasakan lelah hingga nyeri di dada. Jadwalpementasan wayang kulit Ki Seno Nugroho terbilang cukup padat.Dari jadwal yang diperoleh dari berbagai media sosial, untuk bulan Agustus 2019, yang kosong hanya tanggal 1, 7, 10, dan 21.Sisanya, ia melakukan pementasan dari pukul 22.00 WIB sampai 05.00 WIB, di berbagai kota mulai dari Gunungkidul hingga Jakarta. "Tidur aja, gak ada obat. Bagisobat yang suka dengan wayang kulit, bisa dengarkan siar ulang wayang kulit di hari sabtu pukul 21.00 WIB di radiostreaming dilink berikut ini.. Program siar ulang ini merupakan program untuk nguri-uri budaya jawa dengan dalang yang sudah tidak asing lagi seperti : Ki Timbul Hadiprayitno, Ki Hadi Sugito, Ki Seno Nugroho dan lain-lain. CeritaWayang Gareng Dalam Bahasa Jawa. ARTI PARA PUNOKAWAN DALAM ISLAM. Dalam wayang Jawa, punakawan terdiri dari : Semar Badranaya, Petruk, Bagong, dan Nala Gareng. MertiDusun Gentingan, Besok Wayangan Ki Seno. Editor: Danar Widiyanto. (23/11/2018) dengan agenda Pagelaran Wayang Kulit dalang Ki Seno Nugroho dengan lakon Kresno Gugah di Lapangan Voli RT 03 Gentingan. 21 September 2019. Merti Desa Protomulyo, Pagelaran Wayang Kulit Jadi Tontonan Idola Warga 13Oktober 2019 | 326 Kali: Dalang Ki Seno Nugroho Akhiri Rangkaian Merti Desa Desa Ngargosari: 06 Maret 2019 | 27.747 Kali: Pemerintah desa: 12 Juni 2020 | 329 Kali: Jadwal penyaluran BLT APBD Kabupaten: 07 Oktober 2019 | 242 Kali: Gayengke Lurrrr 26 April 2019 | 27.689 Kali: Maklumat PPID: 26 September 2019 | 270 Kali: ISO NANDUR " NGOPO TUKU" Dalangkondang asal Yogyakarta, Ki Seno Nugroho dikabarkan meninggal dunia, Selasa, 3 November 2020 pukul 20.00 WIB. Dilansir dari news.detik.com, Dalang kelahiran Yogyakarta, 23 Agustus 1972 tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit PKU Gamping. Berita duka tersebut menyebar di kalangan seniman Yogyakarta melalui group WhatsApp. Bacajuga: Kisah Dalang Ki Seno Nugroho, Jadwal Pentas Setiap Hari hingga Live Streaming (2) Seno mengaku menggunakan sarana media sosial untuk menyiarkan pementasannya cukup efektif mengenalkan Septem Get link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Other Apps; Pagelaran Wayang Kulit Ki Seno Nugroho Lampahan Kresno Gugah. Watch Pagelaran Wayang Kulit Ki Seno Nugroho Lampahan Kresno Gugah online streaming for free. Uploaded by Pengemar Wayang Kulit Indonesia. Watch time: 7:47:03 β†’ Downloader wrc1. - Dalang kondang asal Bantul, Yogyakarta, Ki Seno Nugroho tutup usia di umur 48 tahun pada Selasa 3/10/2020 malam. Hal tersebut dikatakan salah satu sinden Ki Seno bernama Ayu Purwa Lestari pada Selasa 3/11/2020 mengaku menerima kabar duka tersebut pukul WIB. "Iya benar, Mas meninggal. Kalau penyebabnya kurang tahu," kata Ayu Purwa Lestari saat dihubungi wartawan. Baca juga Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Meninggal Sinden lainnya, Oriza, mengatakan, pada siang harinya Ki Seno masih bercanda di grup WhatsApp. "Leres niki kulo betul ini saya di jalan mau OTW Sedayu rumah duka," kata Oriza ketika dihubungi wartawan. Kronologi meninggalnya Ki Seno Nugroho diceritakan oleh admin merangkap manajer sang dalang, Gunawan Widagdo. Seno sempat bersepeda Selasa 3/11/2020 petang. "Ki Seno biasanya sepedaan, terus di tengah perjalanan merasa kepalanya pusing, enggak kuat," kata Gunawan saat ditemui di rumah duka Dusun Gayam, Argosari, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Rabu 4/11/2020. Baca juga Sebelum Meninggal, Dalang Ki Seno Nugroho Merasakan Sakit Saat Bersepeda Sampai di rumah, Ki Seno istirahat. Sekitar Maghrib, ia kembali sakit sampai muntah. Ki Seno lalu diantar warga dan sang istri Agnes Widiasmoro ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. "Masuk UGD masih sadar, menunggu dokter spesialis jantung," ucap Gunawan Saat menunggu, Ki Seno lalu dipindah ke ICCU. Di sana keadaannya memburuk sampai muntah-muntah lagi. Akhirnya diketahui ada penyumbatan darah sekitar 100 persen yang menyebabkan dalang itu meninggal dunia. "Meninggal sekitar pukul WIB," kata Gunawan. Seno pernah mengalami sakit penyumbatan sekitar bulan September. Namun, setelah diberi obat sudah diperbolehkan pulang dan kembali menggelar wayang streaming sampai tanggal 2 November 2020 lalu. Gunawan mengatakan, Seno Nugroho rutin bersepeda untuk menjaga kesehatan. Ki Seno meninggal di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, sekitar pukul WIB. Dia meninggalkan satu istri, Agnes Widiasmoro dengan tiga orang anak. Bagi penggemar pertunjukan wayang, nama Ki Seno Nugroho sudah tak asing di telinga. Dalang kelahiran Yogyakarta, 23 Agustus 1972 ini sukses membuat kesenian wayang kulit digandrungi kaum milenial. Dalam laman YouTube "Dalang Seno" yang ditayangkan live tanggal 11 Mei 2019, Seno menceritakan awal mula dirinya sebagai dalang. Dia menceritakan, kakeknya seorang dalang dan ayahnya bernama Ki Suparman, merupakan salah satu dalang di SMP, Seno diajak ayahnya menonton pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Mantep Sudarsono di Sasono Hinggil Dwi Abad, Kraton Ngayokyokarto. Pulang dari menonton, dirinya mulai tergugah untuk menekuni seni pedalangan. Saat duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Karawitan Indonsia SMKI sekarang SMK N 1 Kasihan, Bantul, ayahnya Ki Suparman sakit. Saat itu dirinya dinasehati pamannya, Ki Supardi. "Ki Supardi bilang ke wis loro, bapakmu nguyuh wis getih nek koe ra mayang sopo sik nyulihi bapakmu Bapakmu sudah sakit, bapakmu sudah kencing darah. Siapa yang akan menggantikan bapakmu. Dari situ saya tercampuk hati saya," katanya Awal mendalang, dirinya diajak pamannya Supardi mendalang di Mrican, Gejayan, Sleman. Saat itu dirinya diminta untuk ikut mendalang, dirinya mengiyakan tetapi dengan syarat ayahnya tidak boleh menonton. "Ki Supardi bilang ke wis loro, bapakmu nguyuh wis getih nek koe ra mayang sopo sik nyulihi bapakmu Bapakmu sudah sakit, bapakmu sudah kencing darah. Siapa yang akan menggantikan bapakmu. Dari situ saya tercampuk hati saya," katanya. Awal mendalang, dirinya diajak sang paman Supardi mendalang di Mrican, Gejayan, Sleman. Saat itu dirinya diminta untuk ikut mendalang. Dirinya mengiyakan tetapi dengan syarat ayahnya tidak boleh menonton. Alasannya, waktu itu karena grogi dan takut. Saat tengah mendalang, Seno ternyata tidak mengetahui jika ayahnya ikut mengiringi dengan memainkan rebab. Mengetahui kehadiran sang ayah, Seno grogi. Sebelum mengetahui kedatangan sang ayah, pementasan berjalan lancar. Sebelum meninggal, ayahnya menuruti keinginannya untuk membeli drum dan kelir. "Bapak saya melihat saya mayang itu sekal," katanya. Dalam vlog itu pun, dirinya menceritakan tentang gaya mendalang yang dipengaruhi oleh beberapa dalang idolanya. Mulai dari Ki Matep Sudarsono, almarhum Hadi Sugito, H Sukron Suwondo, Ki Gondo Darman. Setiap dalang mempunyai kelebihan masing-masing. Selain fokus mendalang dirinya juga berkolaborasi dengan kesenian lainnya. Bahkan, dengan kakaknya Wiroto yang juga koreografer sudah melakukan pementasan di Belanda dan Belgia. Bersama Madusari, grup karawitan di Kanada, mereka berkolaborasi mementaskan wayang di Kanada, tour 7 kota. Kini, dalang kondang itu telah pergi menghadap ilahi. Karya Ki Seno akan selalu dikenang untuk selamanya. Selamat jalan Ki Seno. Penulis Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono Editor Khairina Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Yogyakarta Tanggal 01 Juli 2019 Dusun Bendo, Krambilsawit, Saptosari, Gunung Kidul – Ki Nano Rawiyarno Tanggal 01 Juli 2019 Kembang Gede, Guwosari, Pajangan, Bantul – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 01 Juli 2019 Ngalang, Gedangsari, Gunung Kidul – Ki Seno Nugroho Tanggal 02 Juli 2019 Bandung, Playen, Gunung Kidul – Ki Seno Nugroho Tanggal 03 Juli 2019 Gayam, Argosari, Sedayu, Bantul – Ki Seno Nugroho Tanggal 04 Juli 2019 Klampok, Brosot, Kulon Progo – Ki Seno Nugroho Tanggal 05 Juli 2019 Kantor, Kec. Sanden, Bantul – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 05 Juli 2019 Kel. Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul – Ki Seno Nugroho Tanggal 06 Juli 2019 Bleberan, Kec. Playen, Gunungkidul – Ki Wisnu Hadi Sugito Tanggal 06 Juli 2019 Palbapang, Bantul – Ki Seno Nugroho Tanggal 07 Juli 2019 Dukuh, Gadingharjo, Sanden, Bantul – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 07 Juli 2019 Warak Kidul, Sumberadi, Mlati, Sleman – Ki Seno Nugroho Tanggal 08 Juli 2019 Sasana Hinggil Dwi Abad – Ki Gondo Suharno Pertruk Dadi Ratu Tanggal 08 Juli 2019 Karangrejek, Wonosari, Gunung Kidul – Ki Seno Nugroho Tanggal 08 Juli 2019 Ngunut, Playen, Gunung Kidul – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 09 Juli 2019 Muntuk, Dlingo, Bantul – Ki Seno Nugroho Tanggal 10 Juli 2019 Pendopo Cahyokawedar, RT 3 RW 31, Gamelan, Sendangtirto, Berbah, Sleman – Ki Utoro Wijayanto Tanggal 10 Juli 2019 Regedeg, Giripanggung, Tepus, Gunung Kidul – Ki Hening Sudarsana Tanggal 10 Juli 2019 Kalidengen, Kec. Temon, Kulonprogo – Ki Wisnu Hadi Sugito Tanggal 11 Juli 2019 Klepu, Sidoharjo, Tepus, Gunung Kidul – Ki Seno Nugroho Tanggal 11 Juli 2019 Sasana Hinggil Dwi Abad Lakon Guru Putra – Ki Edy Suwondo Tanggal 13 Juli 2019 Kalipakel, Donotirto, Kretek, Bantul – Ki Warjudi Tanggal 13 Juli 2019 Gulurejo, Lendah, Kulon Progo – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 13 Juli 2019 Tambakrejo Wetan Pajangan, Sleman – Ki Seno Nugroho Tanggal 14 Juli 2019 Dukuh Ngijo, Jombor, Piyungan, Bantul – Ki Seno Nugroho Tanggal 15 Juli 2019 Balai Budaya Minomartani – Ki Rajiman Wayang Kancil, Lakon AMPAK AMPAK GEBANG TINATAR Tanggal 15 Juli 2019 Kersan, Triwidadi, Pajangan, Bantul – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 15 Juli 2019 Putat, Patuk, Gunung Kidul – Ki Gondo Suharno Tanggal 16 Juli 2019 Mranti, Bantul – Ki Wisnu Hadi Sugito Tanggal 16 Juli 2019 PERBARINDO Timur Hotel Ross-In – Ki Seno Nugroho Tanggal 17 Juli 2019 Pesona Hotel, Tugu Jogja – Ki Seno Nugroho Tanggal 19 Juli 2019 Tegalrejo Srigading, Bantul Utara pantai Samas – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 19 Juli 2019 Kuroboyo, Caturharjo, Pandak, Bantul – Ki Bambang Wiji Nugroho Tanggal 19 Juli 2019 Universitas Janabadra, Jl. Tentara Rakyat Mataram Bumijo, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta – Ki Seno Nugroho Tanggal 20 Juli 2019 Taman Budaya Yogyakarta – Ki Bambang Wiji Nugroho Tanggal 21 Juli 2019 Hargomulyo, Gedangsari, Gunung Kidul – Ki Seno Nugroho Tanggal 21 Juli 2019 Payak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul – Ki Sri Mulyono Tanggal 23 Juli 2019 Ngreco, Pundong, Bantul – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 24 Juli 2019 Tekik, Temuwuh, Dlingo, Bantul – Ki Seno Nugroho Tanggal 24 Juli 2019 Tunjungan, Caturharjo, Pandak, Bantul – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 24 Juli 2019 Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul – Ki Gondo Suharno Tanggal 25 Juli 2019 Bintaran, Piyungan, Bantul – Ki Seno Nugroho Tanggal 26 Juli 2019 Pendopo Dinas Kebudayaan DIY, Jalan Cendana 11 – Ki Hendro Hatmoko Tanggal 27 Juli 2019 Poyahan, Kretek, Bantul timur jembatan Kretek – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 28 Juli 2019 PT. YPTI Kalasan – Ki Seno Nugroho Tanggal 29 Juli 2019 Bangeran, Sabdodadi, Bantul – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 29 Juli 2019 Dengol, Kec. Playen, Gunungkidul – Ki Wisnu Hadi Sugito Tanggal 29 Juli 2019 Mblekonang, Tepus, Gunung Kidul – Ki Seno Nugroho Tanggal 29 Juli 2019 Malangan, Dk. 13, Srigading, Sanden, Bantul – Ki Suwondo Hadi Prayitno Tanggal 30 Juli 2019 Kali Pakel, Kretek, Bantul – Ki Geter Pramudji Widodo Tanggal 30 Juli 2019 Sendang Mangunan, Dlingo, Bantul – Ki Seno Nugroho jadwal anom dwijokangkojadwal anom surotojadwal cahyo kuntadijadwal dalang bima setya ajijadwal dalang ulin nuhajadwal eko suwaryojadwal gondo wartoyojadwal ki anggit laras prabowojadwal ki bagong darmonojadwal ki bambang wiji nugrohojadwal ki dalang romanjadwal ki eko prisdiantojadwal ki eko suwaryojadwal ki gondo suharnojadwal ki grengjadwal ki joko edanjadwal ki langgeng hidayatjadwal ki mangun yuwonojadwal ki minto darsonojadwal ki mulyono purwo wijoyojadwal ki puguh prasetyojadwal ki purbo sasongkojadwal ki radyoharsonojadwal ki sigid ariyantojadwal ki sun gondrongjadwal ki tri luwihjadwal ki wandono nyoto sudirojadwal ki wartoyojadwal ki wisnu hadi sugitojadwal ki yakutjadwal ki yohan susilojadwal kukuh bayu ajijadwal manteb sudarsonojadwal mongko daryonojadwal purbo asmorojadwal roman widodojadwal seno nugrohojadwal sigit ariyantojadwal warseno slenkjadwal wayang banyumasanjadwal wayang blorajadwal wayang cirebonjadwal wayang gresikjadwal wayang indramayujadwal wayang jabodetabekjadwal wayang jawa baratjadwal wayang jawa timurjadwal wayang jekdongjadwal wayang jemberjadwal wayang kedirijadwal wayang ki sukron suwondojadwal wayang ki sunarpojadwal wayang klatenjadwal wayang magelangjadwal wayang mojokertojadwal wayang museum sonobudoyojadwal wayang purworejojadwal wayang sasana hinggil dwi abadjadwal wayang seluruh indonesiajadwal wayang surabayajadwal wayang tulungagungjadwal wayang yogyakartaki adjie dwi santososhadow puppet schedule ο»ΏYOGYAKARTA, Nama dalang Ki Seno Nugroho melambung di kalangan anak muda. Jadwal pementasan wayang kulit Ki Seno Nugroho terbilang cukup padat. Dari jadwal yang diperoleh dari berbagai media sosial, untuk bulan Agustus 2019, yang kosong hanya tanggal 1, 7, 10, dan ia melakukan pementasan dari pukul WIB sampai WIB, di berbagai kota mulai dari Gunungkidul hingga Jakarta. "Tidur aja, gak ada obat. Tidur cukup saja, besok pagi pulang kita tidur seharian, besuk berangkat lagi. kecuali jaraknya jauh misalnya dari sini terus ke jawa timur, terusan ke sana. Mobil saya kan saya set ada tempat tidure," katanya, saat ditemui Minggu 4/8/2019. Cerita para penggemar Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi salah satu penggemar. Meski tidak fanatik dengan Seno Nugroho namun dirinya senang dengan pertunjukan yang dimainkan. Apalagi, setiap kali pertunjukan ribuan orang selalu memadati lokasi, hal itu bisa digunakan untuk sosialiasasi tentang kebijakan pemerintah."Saya suka menonton wayang, termasuk Ki Seno," katanya. Baca juga Jokowi Gelar Acara Wayang Kulit di Istana Malam Ini, Didi Kempot Hadir Hal serupa diutarakan dari Penggemar Wayang Ki Seno Nugroho PWKS wilayah Jabodetabek, Oktavianus Dani. Warga Dusun Bogor, Desa Playen ini rela menonton dan melakukan perjalanan sekitar 14 km dari rumahnya menuju ke Balai Dusun Munggi. "Alasan menonton Ki Seno karena lucu. Sering menonton melalui streaming YouTube dan untuk menonton langsung sudah 6 kali," ucapnya. Ada ratusan orang yang menjadi member aktif PWKS wilayah Jabodetabek, yang rutin membagikan jadwal pentas. Lukas Didit penggemar asal Gunungkidul mengaku hampir setiap hari menyaksikan penggalan pertunjukan wayang dalang Seno Nugroho melalui YouTube. "Seno itu mirip dalang Hadi Sugito. selain itu sindennya juga banyak yang muda," lainnya, Bambang Purwanto mengaku sering menyaksikan live streaming melalui gawainya. Dirinya memilih langsung menonton siaran langsung dibandingkan dengan menonton rekaman.